Bandingkansaja saat anda berbelanja di pasar modern seperti supermarket dengan pasar tradisional, banyak perbedaan dari segi tempat, kenyamanan, kerapian, informasi harga produk dll. Maka secara umum orang akan memilih pasar modern, meski pasar tradisional memberikan ha Lanjutkan Membaca 3 Ikhsan Radjab
Follow© 2023 Retail Insider Media Ltd. All Rights Reserved. The content on this website is protected by the copyrights of Retail Insider Media Ltd. or the copyrights of third parties and used by agreement. No part of any of the content of this website may be reproduced, distributed, modified, framed, cached, adapted or linked to, or made available in any form by any photographic, electronic, digital, mechanical, photostat, microfilm, xerography or other means, or incorporated into or used in any information storage and retrieval system, electronic or mechanical, without the prior written permission of Retail Insider Media Ltd. or the applicable third party copyright owner. Pelangganmilenial merupakan kelompok terbesar yang saat ini mendominasi kekuatan potensial belanja. Total ada lebih dari 600 milyar dollar uang yang beredar di seluruh dunia, berasal dari para pelanggan berusia kurang dari 35 tahun. Mereka adalah kaum milenial yang tidak boleh diabaikan oleh bisnis supermarket Anda. Meski mungkin Anda sudah menargetkan kalangan milenial sebagai target pasarJAKARTA, - Pandemi Covid-19 telah mengakselerasi pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia dan meningkatkan konsumsi masyarakat di platform digital. Masyarakat pun lebih banyak berbelanja secara daring daripada belanja secara langsung ke lokasi. Hal itu terlihat dari laporan “Navigating Indonesia’s E-Commerce Omnichannel as the Future of Retail". Berdasarkan laporan ini, 74,5 persen konsumen lebih banyak berbelanja online daripada berbelanja dan CEO SIRCLO, Brian Marshal mengatakan, hal itu terjadi lantaran pandemi membuat hampir semua pemenuhan kebutuhan pokok dan berbagai kegiatan lainnya dialihkan melalui layanan digital. Baca juga Belanja di Malaysia Akan Bisa Gunakan Rupiah lewat QRIS "Masyarakat kini dinilai semakin bergantung dengan produk dan layanan yang dihadirkan melalui platform digital, termasuk perilaku konsumen yang semakin mendorong ke berbelanja secara online," kata Brian dalam siaran pers, Jumat 22/10/2021. Lebih lanjut laporan menemukan, pandemi membuat 17,5 persen konsumen offline mulai mencoba berbelanja secara online. Adapun ragam kanal penjualan yang digunakan oleh konsumen untuk berbelanja online, diantaranya marketplace, media sosial, dan website. Konsumen yang memilih untuk berbelanja online secara eksklusif meningkat dari 11 persen sebelum pandemi menjadi 25,5 persen di awal 2021. Menariknya, 74,5 persen konsumen yang tetap berbelanja secara offline dan online di masa pandemi lebih banyak berbelanja online."Saat ini, konsumen bisa dengan mudah mencari tahu dengan detail mengenai suatu produk melalui berbagai platform," ucap dia. Lebih lanjut, berkembangnya industri e-commerce di tanah air dan semakin majunya teknologi, akan membuat pelaku bisnis harus kian adaptif menerapkan berbagai strategi untuk bisnis mereka. Perilaku konsumen seperti ini jelas akan berpengaruh pada bisnis, khususnya bisnis online. Di sinilah kata Brian, peranan omni channel semakin penting. Omni channel, atau model bisnis lintas channel, dapat menghubungkan operasional bisnis online dan offline milik brand dalam satu ekosistem yang terintegrasi, serta memungkinkan brand untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang seamless bagi konsumen. Strategi omnichannel juga dapat membantu brand untuk menciptakan sebuah sinergi antara setiap kanal penjualan mereka yang pada akhirnya dapat memperluas jangkauan di berbagai kanal penjualan online dan mampu menaikkan traffic transaksi. "Solusi omni channel adalah masa depan e-commerce, sehingga sangat penting untuk kita semua pelaku industri agar bersama-sama memiliki wawasan yang terdepan mengenai hal ini," sebut Brian. Baca juga 87,1 Persen Pengguna Internet di Indonesia Belanja Online, Manakah Dompet Digital Paling Menguntungkan? Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Ratarata nilai transaksi perempuan hanya Rp 124.491 per transaksi, sementara pria mencapai Rp 227.526 per transaksi. Dari sisi pilihan e-commerce, konsumen perempuan cenderung lebih loyal dibanding pria. Sebanyak 33% dari transaksi yang dilakukan perempuan ada di e-commerce yang sama. Sedangkan hanya 15% pria yang bertransaksi di e-commerceJAKARTA - Salah seorang warga Jakarta Selatan, Desi Risna 23 mengatakan, masih sering berbelanja di supermarket karena lebih praktis. Menurut mahasiswi Universitas Negeri Jakarta UNJ ini membeli kebutuhan bulanannya secara langsung mendatangi supermarket karena bisa lebih puas memilih produk-produk yang tersedia dengan beragam promosi."Kalau saya belanja bulanan buat di kosan belinya ke supermarket seperti Hypermart, Lotte, Tip Top, karena lebih puas saja bisa pilih-pilih yang ada promonya," ujar Desi saat ditemui Republika di Hypermart di Mal Pejaten Village, Jakarta Selatan, Selasa 15/1.Ia mengaku masih berbelanja kebutuhan sandang dan pangan langsung mengunjungi toko atau mal. Meski harus mengantre terlebih ketika akhir atau awal bulan, tetapi tak menyurutkan semangatnya untuk berbelanja. Menurut Desy, berbelanja secara langsung menjadi kegemaran tersendiri. Apalagi jika berbelanja kebutuhan sehari-hari yang tersedia di toko-toko yang masih dapat dijangkau olehnya. Ia mengatakan, hanya berbelanja melalui online ketika barang yang ingin dibelinya berada di luar kota. Menurutnya, berbelanja online tidak memberikan kepuasan karena tidak melihat secara langsung barang yang ingin dibeli."Kalau saya selama yang mau dibeli dekat saya datengin saja, seru kan kalau belanja bisa pilih-pilih. Kalau online kadang gambar sama kenyataannya itu beda ya," jelas senada juga diungkapkan, Risky 35, ia memang meluangkan waktu jika akan berbelanja. Menurut karyawan swasta di kawasan Jakarta Selatan ini, ia lebih merasa leluasa berbelanja secara offline dibandingkan online."Belanja kayak gini memang butuh waktu, tetapi saya puas. Sepatu, baju, kan harus dicoba dulu ya, cocok atau enggak, ukurannyan pas atau enggak," kata Chaeroni 23, karyawan di kawasan Gandaria City mengatakan, lebih menyukai berbelanja online karena beragam promosi yang ditawarkan market place dari gratis ongkos kirim hingga potongan harga. Untuk menghindari penipuan, ia hanya berbelanja online melalui market place tepercaya."Sebelum beli itu lihat dulu review pembeli. Market placenya juga yang kalau bayar itu engga masuk ke rekening penjual, tetapi ditahan dulu. Jadi kalau barang enggak sampai, aman, bisa balik lagi uangnya," kata perempuan yang membeli telepon genggamnya juga melalui ia tidak pernah membeli online dengan transaksi secara langsung kepada penjual. Apabila ia tertarik produk dari penjual di media sosial, Chaeroni akan menanyakan apakah penjual tersebut memiliki akun di market place atau sering membeli kebutuhan sehari-hari melalui online seperti skin care, pakaian, hijab, tas, maupun sepatu. Akan tetapi, jika seperti sampo atau sabun yang juga tersedia dijual di toko-toko ritel, ia lebih memilih membeli secara offline."Tergantung kebutuhan jadinya, kadang kita ingin beli tapi adanya di online doang. Kalau barang-barang sehari-hari ada di minimarket ya belinya offline," kata pantauan Republika di Hypermart Mal Pejaten Village Selasa 15/1 sore, sejumlah pengunjung tampak sedang berbelanja dengan membawa keranjang maupun trolley dorong. Dari anak muda hingga ibu rumah tangga yang membawa serta anaknya pembayaran di kasir terlihat tidak begitu mengantre. Sekitar lima kasir yang dapat melayani konsumen dengan tak lebih dari dua orang yang mengantre ini, PT Hero Supermarket Tbk menginformasikan penutupan 26 toko Hero. Sebanyak 532 karyawan harus terkena dampak dua tahun terakhir, sejumlah jaringan toko retail ditutup. PT Mitra Adi Perkasa MAPI menutup dan tidak memperpanjang gerai-gerai retail merek asing yang menjadi mitra mereka. Sementara, retail lokal semisal Matahari dan Ramayana juga menutup beberapa toko mereka. QZ9swG.