Kunjungidealer ban Anda untuk pemeriksaan. Diagnostik 2: Masalah Tekanan Ban Berlebih. Bagian tengah kembang adalah yang paling banyak menanggung beban dan lebih cepat aus daripada tepi luar. Untuk mencegah hal ini, selalu periksa ban dalam kondisi dingin, sebelum berkendara atau minimal tiga jam setelah berkendara. Solusi:

PEMAKAIAN PELEK YANG TIDAK SEMPURNAPelek Standar Pelek Sempit Pelek LebarGambar 23. Posisi Ban Terhadap PelekPENGGUNAAN BAN DAN PELEK YANG SESUAI1. Ban luar radial harus memakai ban dalam Gunakan ban dengan spesifikasi teknis yang Gunakan pelek ukuran standar, sesuai dengan ukuran Gunakan pelek Hump Rim untuk ban Mengemudi dengan cara yang BAN LUAR1. Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai dengan pelek yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan. Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas. Penting juga memeriksa run out pelek roda, yaitu seperti gambar dibawah ini. 38Gambar 24. Memeriksa Run Out Pelek2. Pemeriksaan keausan ban. Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus WornTread Tread TREAD WEAR INCICATOR Location marks Gambar 25. Pemeriksaan Keausan Ban3. Tekanan angin. Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan pada ban dan memperpendek umur ban, diantaranya keausan tread tidak rata, lepasnya ikatan ply-cord dari karet ban, dan keretakan pada daerah sidewall. Oleh karena itu penting juga dilakukan memeriksa keolengan roda, seperti gambar dibawah ini. keolengan roda 1,0 mmGambar 26. Pemeriksaan run-out ban 394. Kerusakan luar. Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual. Gantilah ban Anda Bila tanda slip sudah terlihat Gambar 27. Pemeriksaan Kerusakan Luar Ban a. Rib Tear Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Tear Rib disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi kerusakan. b. Separation Pada bagian luar ban terjadi benjolan bagian yang menggelembung terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi. c. Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang, sehingga terjadi defleksi pergerakan-pergerakan yang besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus. 40Macam dan Golongan Kerusakan Ban LuarTabel 2. macam dan Golongan Kerusakan Ban LuarMacam dan Kondisi kerusakan Penggolongan BerbahayaPly-cord putus BerbahayaRetak alur Mencapai benang / Hati-hati kanvas Berbahaya Belum mencapai Hati-hati benang BerbahayaRusak luar telapak Mencapai benang / kanvas Hati-hati Belum mencapai Berbahaya benang Berbahaya BerbahayaRetak dinding Mencapai benang /samping kanvas Belum mencapai benangKerusakan bead Bead brokenLapisan ban terpisah separationKebocoran/perbaikan yang tidak sempurnapada ban tubeless5. Keausan ban. Digolongkan menjadi dua, yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar. Tread yang aus secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena umur pemakaian ban. Apabila tanda indikator keausan pada tread sudah terlihat, ban perlu diganti baru. Berikut ini merupakan keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban. a. Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah Penyebab utama keausan ban yang terpusat pada shoulder atau di tengah adalah kesalahan tekanan ban. Kalau tekanan ban terlalu rendah, maka bagian tengah akan cekung, dan beban akan tertumpu pada shoulder sehingga akan aus lebih cepat daripada bagian tengah. Beban yang berlebihan juga akan berakibat sama. Kalau tekanan ban terlalu tinggi, bagian tengah ban menjadi cembung, dan sebagian besar beban akan tertumpu di tengah sehingga keausannya lebih cepat daripada bagian shoulder. 41Keausan Keausan Keausan Gambar 28. Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulderb. Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar 1 Keausan karena menikung, seperti terlihat di bawah adalah yang disebabkan karena berbelok dengan kecepatan yang berlebihan. Ban tergelincir dan mengakibatkan jenis keausan diagonal. Ini adalah masalah yang paling sering terjadi. Satu-satunya cara pencegahannya adalah pengemudi harus memperlambat kendaraan pada saat membelok. 2 Deformasi atau kelonggaran yang berlebihan pada bagian suspensi akan mempengaruhi front wheel alignment, dan mengakibatkan keausan ban tidak normal. 3 Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain, penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat. Karena besarnya bidang singgung ban dengan jalan tergantung pada besarnya beban, ban dengan camber positip, diameter sebelah luarnya lebih kecil daripada sebelah dalam. Akibatnya, tread bagian luar akan slip pada jalan untuk mengejar jarak tempuh yang sama untuk tread bagian dalam. Kejadian slip ini mengakibatkan keausan yang berlebihan di sebelah luar tread. Untuk ban dengan camber negatip, keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat. 42KeausanGambar 29. Aus Sebelah Dalam dan Luarc. Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out Aus Berbulu Penyebab utama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan toe- in yang tidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa roda slip keluar dan menggesek bidang singgung tread bagian dalam pada permukaan jalan, ini menyebabkan terjadinya keausan toe-in. permukaan tread akan membentuk susunan seperti bulu seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Ini dapat diketahui dengan jalan mengusapkan tangan pada tread dari bagian dalam ke bagian luar Keausan Gambar 30. Keausan Ban Akibat Toe – inDalam hal lain, toe-out yang berlebihan akan menarik ban ke dalamdan menggesek bidang singgung tread bagian luar padapermukaan jalan. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya sepertigambar di Keausan Gambar 31. Keausan Ban Akibat Toe – outPENTING !Kalau kedua ban menunjukkan keausan seperti ini, berartipenyetelan front end tidak tepat. Kalau hanya sebelah ban yangmengalami keausan seperti itu, kemungkinan penyebabnya adalahsteering knuckle arm bengkok. Ini mengakibatkan toe-in atau toe-out sebelah ban lebih besar dari lainnya. 43d. Keausan Toe-and-Heel Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. Ban dengan tread berpola rib keausannya membentuk pola seperti gelombang. Karena ban yang bukan penggerak roda tidak memperoleh gaya penggerak, tetapi hanya gaya pengereman, keausannya cenderung membentuk pola toe-and-heel. Keausan seperti ini juga akan terjadi jika rem secara berulang-ulang diinjak dan dilepaskan, yang mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali. Gambar 32. Keausan Toe – and – Heele. Keausan Spot/Spot Wear Cupping Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. 44Keausan Gambar 33. Keausan SpotPENTING ! Kanvas yang dipasang pada tread ban untuk menambal kebocoran atau tonjolan akan menyebabkan terjadinya keausan spot. Start, pengereman dan belokan tajam yang mendadak juga menyebabkan keausan spot. Roda yang tidak balance berlebihan juga menyebabkan terjadinya keausan spot. BATAS PEMAKAIAN BAN DALAM 1.Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam. 2. Ban dalam yang rusak / patah batang pentilnya. 3. Sudah melipat, aus, atau ada bagian yang lunak karetnya. PEMILIHAN BAN DALAM 1.Ukuran ban dalam harus sesuai dengan ukuran ban luarnya. 2.Ban dalam baru dipasangkan dengan ban luar baru. 3.Gunakan merek ban dalam yang sama dengan merek ban luarnya. 4.Pilih ban dalam dengan pentil yang sesuai dengan klasifikasi ban luar dan jenis peleknya. 5.Pakailah isi pentil yang sesuai dengan jenis pentilnya dan selalu gunakan penutup pentil. 45PEMERIKSAAN BAN DALAMPemeriksaan ban dalam meliputi 1. Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial Keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti Kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet, karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak karatan/bocor menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan Karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. Gambar 34. Pemeriksaan Ban DalamPROSEDUR PEMERIKSAAN BAN DALAM DAN BAN LUAR1. Memeriksa Kerusakan Ban Luar Prosedur Pemeriksaan Kerusakan Ban 46a. Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. b. Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. c. Secara visual, periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya ply-cord putus retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan bead, lapisan ban terpisah separation, dan kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless. d. Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal dan keausan yang tidak normal, yakni aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam, aus menyamping/berbulu, aus tidak rata spot wear, dan toe-and- Memeriksa Kerusakan Ban Dalam Prosedur Pemeriksaan Ban dalam a. Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel. b. Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial juga. c. Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. d. Periksa kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet, karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak karatan/bocor menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. 47e. Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti Memeriksa dan Mengatur Tekanan Udara Ban a. Item yang perlu disiapkan 1 Alat ukur ban 2 Chock udara untuk ban 3 Udara bertekanan b. Prosedur 1 Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal bila ban masih terpasang. 2 Periksa tekanan udara ban. Senantiasa pasang tutup katup Gambar 35. Pemeriksaan Tekanan Udara ban3 Pompa ban4 Atur tekanan udara sesuai Tekanan Udara Standar dengan/tanpa barangTabel 3. Tekanan Udara StandarUkuran ban Tekanan udara kg/cm2 depan & belakang SALAH BETUL SALAHTekanan Angin Tekanan Angin Tekanan Angin Kurang standar lebih 48Gambar 36. Pengaturan Tekanan Udara Banc. Rangkuman PEMAKAIAN BAN LUARIndikator Keausan Ban = Tread Wear Indicator. Indikator keausanban adalah tonjolan di dalam tread yang jumlahnya empat sampai enam disekeliling ban. Tingginya 1,6 sampai 1,8 mm dari dasar tread. Apabilakeausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan bandan saatnya ban harus diganti. Worn Tread New Tread TREAD WEAR INCICATOR Location marks Gambar Indikator Keausan Ban BAN LUAR1. Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai dengan pelek yang digunakan2. Pemeriksaan keausan ban. Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus Tekanan angin. Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur Macam-macam kerusakan pada ban a. Rib Tear, yaitu adanya bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. b. Separation, pada bagian luar ban terjadi benjolan bagian yang menggelembung yang disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban. 49c. yaitu terputusnya ply-cord pada dan Golongan Kerusakan BanTabel 12. macam dan Golongan Kerusakan BanMacam dan Kondisi kerusakan PenggolonganPly-cord putus BerbahayaRetak alur Mencapai benang / Berbahaya kanvas Belum mencapai Hati-hati benangRusak luar telapak Mencapai benang / Berbahaya kanvas Belum mencapai Hati-hati benangRetak dinding samping Mencapai benang / Berbahaya kanvas Belum mencapai Hati-hati benangKerusakan bead Bead broken BerbahayaLapisan ban terpisah separation BerbahayaKebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada Berbahayaban tubeless5. Keausan ban. Digolongkan menjadi dua, yaitu keausan karena umurpemakaian dan keausan yang tidak wajar, diantaranya a. Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah, disebabkan terutama karenatekanan Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar, dapat disebabkanoleh Keausan karena menikung, berbelok dengan kecepatan yangberlebihan, kelonggaran yang berlebihan pada bagian suspensimengakibatkan keausan ban tidak normal, dan sudut camber yangtidak Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out Aus Berbulu, penyebabutamanya adalah penyetelan toe-in yang tidak Keausan Toe-and-Heel, aus sebagian yang sering terjadi pada bandengan pola tread block dan Keausan Spot/Spot Wear Cupping, membentuk lekukan sepertimangkok pada beberapa bagian tread roda. 50PEMERIKSAAN BAN DALAMPemeriksaan ban dalam meliputi 1. Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harusmenggunakan ukuran dan jenis yang Keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnyatelah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan kelilingpenampang ban luar pada bagian dalam harus diganti Kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet,karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentilyang rusak karatan/bocor menunjukkan ban dalam harus Karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun adabagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengantambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti yang penting harus diperhatikan saat perbaikan1. Selalu periksa tekanan ban untuk menghindari keausan yang tidak buku petunjuk bengkel untuk tekanan Pastikan ban yang double belakang bertekanan yang Pastikan tidak ada benda asing pada permukaan kontak antara roda dantromol rem pada saat pemasangan agar tidak terjadi perubahan bentukdeformasi dan kencangkan baut roda secara merata. Deformasi tromolrem mengakibatkan getaran saat Ukur play roda seperti pada gambar untuk mengetahui adanya deformasiserta kondisi pemasangan. Dial gaugeVerticalplay Side playGambar 37. Mengukur play roda 51d. Tugas 3. 1. Ban diganti dengan pada roda yang sama. Apa akibatnya pada performa kendaraan kecepatan, kemampuan menanjak, pembacaan pada speedometer, dll! 2. Jelaskan kecenderungan keausan ban bila a. Tekanan udara terlalu tinggi b. Tekanan udara ban terlalu rendah c. Toe-in terlalu besar d. Toe-out terlalu besar e. Camber terlalu besar f. Camber terlalu kecile. Tes Formatif 3. 1. Jelaskan jenis-jenis kerusakan pada ban biasa dan ban tubeless, dan jelaskan dengan gambar sketsa ! 2. Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan ban luar ! 3. Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan ban dalam ! Jawaban Formatif 3. 1. Jenis-jenis kerusakan pada ban biasa dan ban tubeless. a. Rib Tear. Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban yang disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi kerusakan. b. Separation. Pada bagian luar ban terjadi benjolan bagian yang menggelembung terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi. c. Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang, sehingga terjadi defleksi pergerakan-pergerakan yang besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus. d. Keausan ban. Digolongkan menjadi dua, yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar. Tread yang aus secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena umur pemakaian ban. Apabila tanda indikator keausan pada tread sudah terlihat, ban perlu diganti baru. Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban 1 Ban aus pada shoulder atau di tengah, disebabkan oleh kesalahan tekanan ban. Tekanan ban terlalu rendah/beban yang berlebihan menyebabkan shoulder aus lebih cepat daripada bagian tengah. Tekanan ban yang terlalu tinggi akan mengebabkan bagian tengah tread aus lebih cepat daripada bagian shoulder. Keausan Keausan KeausanGambar Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulder532 Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar. Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain, penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat. Ban dengan camber positip, mengakibatkan keausan yang berlebihan di sebelah luar tread. Untuk ban dengan camber negatip, keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat. Keausan Gambar Aus Sebelah Dalam dan Luar3 Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out Aus Berbulu. Penyebabutama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan toe-in yangtidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa roda slipkeluar dan menggesek bidang singgung tread bagian dalam padapermukaan jalan, ini menyebabkan terjadinya keausan toe-in. Keausan Keausan Gambar Keausan Ban Akibat Toe – inToe-out yang berlebihan akan menarik ban ke dalam danmenggesek bidang singgung tread bagian luar pada permukaanjalan. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya seperti gambar dibawah. Keausan Keausan Gambar Keausan Ban Akibat Toe - out4 Keausan Toe-and-Heel. Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. Keausan seperti ini juga akan terjadi jika rem secara berulang- ulang diinjak dan dilepaskan, yang mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali. 54Gambar Keausan Toe – and – Heel 5 Keausan Spot/Spot Wear Cupping. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti bearing roda, ball joint, tie rod end mengalami keausan yang berlebihan, teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Keausan Gambar Keausan Spot2. Prosedur pemeriksaan ban luar. a. Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. b. Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. c. Secara visual, periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya ply-cord putus retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan bead, lapisan ban terpisah separation, dan kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless. d. Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal karena umur pemakaian, dan keausan yang tidak normal, yakni aus pada 55shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam, aus berbulu, aus tidak rata spot wear, dan Prosedur pemeriksaan ban dalam. a. Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. b. Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial c. Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. d. Periksa kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet, karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak karatan/bocor menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. e. Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. 56g. Lembar Kerja 3 1. Alat dan Bahan a. Roda dengan rim 13 “ b. Ban yang sudah dibongkar c. Alat ukur tekanan ban d. Chock udara untuk ban e. Lap/majun 2. Keselamatan Kerja a. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. b. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. c. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. d. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. 3. Langkah Kerja a. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan seefisien mungkin. b. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat, baca lembar kerja dengan teliti. c. Lakukan pemeriksaan roda dan tanda pemasangan ! d. Mintalah penjelasan pada instruktur, hal yang belum jelas. e. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. f. Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. 4. Tugas a. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ! 574. KEGIATAN BELAJAR 4 Memasang Roda a. Tujuan Kegiatan Belajar 4 Peserta diklat memiliki kemampuan 1. Menjelaskan urutan dan momen pengencangan roda sesuai dengan spesifikasi secara lengkap. 2. Melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi. 3. Menjelaskan penggunaan peralatan dan perlengkapan keamanan tempat. 4. Menjelaskan pemasangan roda-roda dengan aman dan memastikan urutan pengencangan dan momen pengencangan sesuai spesifikasi. 5. Menjelaskan pemeriksaan kerja roda untuk pemasangan roda yang benar dan kemungkinan keausan. 6. Menjelaskan seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP Standard Operatio Prosedures, undang-undang K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. b. Uraian Materi 4. 1. Prosedur Pemasangan Ban a. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. b.Pompa yang sesuai dengan peruntukan ban. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain Tire gauge alat ukur tekanan ban, Chuck udara untuk ban, udara bertekanan, kunci roda dan jack stand. 58Gambar 39. Menambah Tekanan BanTabel 5. Standar Tekanan BanUkuran ban Tekanan udara kg/cm2 depan & belakang Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. Gambar 40. Tanda Pemasangand. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. Gambar 41. Mendongkrak kendaraan 59e. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini, Torsi 600 kgf-cm 59 43 Mur Hub 1 13 134 42 43 52 25 FOUR WHEEL NUTS FIVE WHEEL NUTSGambar 42. Urutan Pemasangan Baut Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika ada yang kendor.  Jika ada yang longgar, kencangkan sampai putaran yang ditentukan.  Putaran untuk mengencangkan - - 4,800 Gambar 43. Pengencangan mur roda2. Metode pengencangan baut Metode pengencangan baut ada dua, yaitu metode elastic region konvensional dan metode plastic region angle torque. a. Metode elastic region Pada metode ini momen pengencangan bertambah sesuai dengan putaran sudut baut, bila baut dikeraskan melebihi elastic region hanya sudut putaran yang bertambah tetapi momennya tetap. b.Metode plastic region 60Pada tipe mesin tertentu, baut cylinder head dan main cap bearingdikencangkan dengan metode plastic region. Pada metode ini,pertama baut dikencangkan pada momen yang mendekati yieldpoint titik getas, kemudian diputar lagi sampai melewati yieldpoint. Baut tipe ini menghalangi tegangan aksial di daerah plasticregion. DAERAH ELASTIS DAERAH PLASTIS VARIASI KECILTEKANAN AKSIAL BAUT PATAH VARIASI TITIK BESAR GETAS PEMANJANGAN BAUT Grafik 1. Metode Pengencangan Bautc. Rangkuman 4 1. Prosedur Pemasangan Ban a. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. b. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban menurut spesifikasi. c. Posisikan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. d. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. 61e. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini, Torsi 600 kgf-cm 59 43 2. Metode pengencangan baut Metode pengencangan baut ada dua, yaitu metode elastic region konvensional dan metode plastic region angle torque.d. Tugas 4. 1. Buatlah flow chart tentang prosedur pemasangan roda!e. Tes Formatif 4. 1. Jelaskan tentang prosedur pemasangan roda dan pengencangan mur roda ! 62f. Kunci Jawaban Formatif 4 1. Prosedur Pemasangan Ban a. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. b. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain Tire gauge alat ukur tekanan ban, Chuck udara untuk ban, udara bertekanan, kunci roda dan jack stand. c. Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. d. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. 63e. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini, Torsi 600 kgf-cm 59 43  Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika ada yang kendor.  Jika ada yang longgar, kencangkan sampai putaran yang ditentukan.  Putaran untuk mengencangkan - 4,000 - 4,800 64g. Lembar Kerja 4 1. Alat dan Bahan a. Ban mobil lengkap dengan ban dalam dan peleknya b. Alat ukur tekanan ban dan kunci roda c. Lap/majun 2. Keselamatan Kerja a. Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. b. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. c. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. d. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. e. Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. f. Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. 3. Langkah Kerja a. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan efisien. b. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat, baca lembar kerja dengan teliti. c. Lakukan pemasangan roda sesuai prosedur yang benar! d. Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. e. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. 4. Tugas a. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 4! b. Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! 65BAB III EVALUASIA. PERTANYAAN komponen- 1. Gambarkan konstruksi dasar ban, berikan keterangan komponennya ! 2. Jelaskan prosedur pelepasan dan pemasangan roda !B. KUNCI JAWABAN 1. Konstruksi dasar Carcass Cassing Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply layer dari tire cord lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat yang direkatkan menjadi satu dengan karet. Cord pada ban-ban bus atau truck biasanya dibuat dari nylon atau baja, sedangkan untuk mobil-mobil penumpang kecil biasanya terbuat dari polyester atau Tread Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan 66tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan. Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread, dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan Sidewall Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi Carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Di sidewall tercantum nama pabrik pembuat, ukuran ban, dan informasi Breaker Breaker adalah lapisan yang terletak diantara Carcass dengan Tread yang memperkuat daya rekat keduanya. Breaker meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke Carcass dan biasanya digunakan pada ban dengan bias-ply. Ban untuk bus dan truck serta truck ringan menggunakan breaker yang terbuat dari nylon, sedangkan untuk mobil penumpang menggunakan bahan Belt Rigid Breaker Ini adalah tipe breaker yang digunakan pada ban radial-ply dan diletakkan seperti sarung mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread, untuk menahan Carcass dengan kuat. Ban untuk mobil penumpang menggunakan rigid breaker yang tersusun dari kawat baja, rayon atau polyester, sedangkan untuk bus dan truck menggunakan rigid breaker dari kawat Bead Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim pelek dan tertahan kuat disana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut Chafer strip. 67Flipper Bead Wire Chafer Bead Toe Bead Heeel Bead Base2. Prosedur prosedur pelepasan dan pemasangan roda. a. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. b. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban menurut spesifikasi. c. Posisikan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. d. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. e. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini, Torsi 600 kgf-cm 59 43 KRITERIA KELULUSAN Aspek Skor Bobot Nilai Keterangan 1-10 5Kognitif soal no 1 s/d 2 1 Syarat lulus,Ketelitian pemeriksaan nilai minimal 70pendahuluan 2Ketepatan prosedur melepas, dengan skormemasang dan menyetel 1 setiap aspekroda 1Ketepatan waktu minimal 7Keselamatan kerja Nilai AkhirKeterangan tidak lulusTidak = 0 nol lulusYa = 70 100 68Kategori Kelulusan 70 79 memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan80 89 memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan90 100 di atas minimal tanpa bimbingan 69BAB IV PENUTUP Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapatmelanjutkan ke modul berikutnya. Sebaliknya, apabila peserta diklat dinyatakantidak lulus, maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidakdiperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini, maka peserta diklatberhak memperoleh serfikat kompetensi Melepas, Memasang, dan MenyetelRoda. 70DAFTAR PUSTAKAAnonim. 1992. Basic Knowledge of Tire. Bogor PT. Bridgestone Tire 1992. Bridgestone Tire Advisor. Bogor PT. Bridgestone Tire 1992. Bridgestone Tire Maintenance. Bogor PT. Bridgestone Tire 1987. Dasar-dasar Automotive. Jakarta PT. Toyota – Astra 1995. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Jakarta PT. Toyota – Astra 1995. New Step 1 Training Manual. Jakarta PT. Toyota – Astra K. Tobold & Larry Johnson. 1977. Automotive Encyyclopedia. South Holland The Good Heart – Wilcox Company Inc. Publisher. 71

C Pemeriksaan kekocakan atau kerusakan torsion dumper. D. Pengukuran kedalaman dan lebar keausan bekas gesekan release bearing. E. Pemeriksaan run-out permukaan ujung pegas diaphragma atau ujung tuas pembebas.

Ban pada kendaraan sebagaimana mesin harus diperiksa secara rutin agar dapat berfungsi dengan baik. Ban termasuk komponen pada kendaraan yang cepat aus karena bergesekan dengan permukaan jalan. Komponen pada mesin mobil juga banyak yang bergesekan misalnya pada poros-poros, transmisi piston dan sebagainya, namun komponen-komponen tersebut mendapatkan pelumasan untuk menghindari atau minimal mengurangi terjadinya keausan. Sedangkan pada ban kendaraan tidak ada pelumasan ketika bergesekan dengan permukaan jalan dan oleh karena itulah ban termasuk komponen yang cepat kendaraan memiliki fungsi yang penting dalam pengendaraan, jika mesin kendaraan tidak bermasalah namun ban kendaraan tersebut bermasalah maka rasa nyaman dalam berkendara pun dapat terganggu dan bahkan dampak buruknya kendaraan tidak dapat dijalankan semisal ketika ban bocor, karena jika dipaksa jalan dapat merusak velg. Nah untuk itu ban kendaraan baik ban dalam maupun ban luar harus diperiksa kondisinya secara rutin. Pemeriksaan ban luar dan ban dalam harus dilakukan sesuai prosedur, dan disini Guru Otomotif akan memberikan tipsnya atau cara bagaimana cara memeriksa ban luar dan ban dalam kendaraan. Baik langsung saja kita bahas satu Memeriksa Ban Luar KendaraanBan luar adalah komponen pada roda yang langsung bersentuhan atau menempel dengan permukaan jalan, jika ban luar kendaraan rusak misalnya keausannya terlalu parah atau ban luarnya sobek/pecah maka dapat menyebabkan ban dalam cepat bocor karena perlindungannya menjadi berkurang. Sehingga ban luar juga harus diperiksa secara rutin. Adapun langkah atau prosedur atau cara dalam memeriksa ban luar kendaraan adalah sebagai berikutBersihkan seluruh permukaan ban luar dari kotoran terutama kerikil-kerikil kecil yang menempel pada sela-sela pola tread atau tapak ban. Dan jika perlu cuci dengan air. Kotoran terutama yang berupa benda keras atau kerikil lancip yang menempel pada sela-sela pola tapak ban tersebut lama kelamaan dapat menyebabkan lubang pada ban karena menempel dan menusuk periksa kesesuaian ukuran antara ban dan pelek dan lakukan pemeriksaan ini secara juga ban jika ada cacat atau rusak di sisi luar dan juga sisi dalam ban. Kerusakan yang banyak terjadi pada ban diantaranya ply-cord putus, kemudian retak dan membentuk alur, telapak ban luar rusak, retak padadinding samping, kerusakan pada bead, lapisan ban menjadi terpisah, lalu kebocoran atau perbaikan yang tidak sempurna khusus pada ban yang terakhir pada ban luar adalah pemeriksaan bentuk atau keausan pada pola ban luar. Keausan yang umum terjadi pada ban luar adalah keausan normal karena umur pemakaian dan keausan tidak normal. Keausan yang tidak normal seperti aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus di sebelah luar atau dalam, aus yang menyamping, aus yang tidak rata dan aus toe and dengan keausan ban luar sobat dapat membaca lebih detail pada artikel tentang jenis-jenis keausan ban yang tidak wajar. Setelah pemeriksaan ban luar selesai kita dapat melanjutkan dengan memeriksa ban Ban Dalam KendaraanSelain ban luar, ternyata ban dalam mobil juga perlu untuk diperiksa secara rutin, hal ini sangat jarang dilakukan oleh orang karena biasanya ban dalam hanya dipasang begitu saja hingga apabila saatnya rusak misal bocor, maka tinggal ditambal atau ganti yang baru. Padahal jika kita mau meluangkan waktu untuk memeriksa ban dalam secara rutin mungkin akan menambah usia atau umur pemakaian ban dalam itu sendiri. Lalu bagaimana caranya memeriksa ban dalam kendaraan? Berikut ini cara atau prosedurnyaMembersihkan semua permukaan ban dalam dari kotoran atau benda asing yang menempel yang mungkin datang dari sela-sela ban luar yang telah pecah. Dan jika perlu ban dalam mobil dicuci dengan menggunakan air periksa kesesuaian ban dalam dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan ban luar harus memakai ukuran dan jenis yang sama. Semisal ban luar menggunakan ban radial maka ban dalam juga harus juga keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang bagian luarnya sudah mengembang hingga 92% atau bahkan lebih, dan dibandingkan dengan keliling penampang ban luar, jika sudah atau melebihi 92% maka ban dalam bagian dalam harus diganti kondisi dari pentil ban. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik semisal macet, karatan atau bocor, dan tidak layak pakai. Sebaiknya diganti dengan pentil yang baru. Batang pentil yang sudah rusak baik bocor atau karatan menunjukkan ban dalam tersebut harus diganti, dan pastikan tutup pentil ada dan terpasang pada terakhir yaitu periksa karet ban. Jika ban dalam yang telah melipat, aus atau sobek dan ada bagian yang lunak karetnya maka harus diganti dengan ban dalam yang baru. Karena ban dalam yang telah memiliki tambalan terlalu banyak sangat berbahaya dan sewaktu-waktu dapat bocor kembali, karena itu sebaiknya ganti ban dalam prosedur atau cara memeriksa ban luar dan ban dalam kendaraan, meskipun agak sedikit ribet karena harus membuka ban dalam, namun jika sobat meluangkan waktu untuk memeriksa ban tersebut dimungkinkan penggunaan ban dalam akan bertambah lama umur pemakaiannya. Demikianlah semoga artikel ini bermanfaat. yuk dibagikan. JalanKeluar Pemeriksaan dan Pembersihan v Sarana jalan keluar harus dilengkapi dengan tanda EKSIT dan tidak boleh terhalang oleh apapun. Pembersihan sarana jalan keluar dengan menyapu setiap pagi dan membersihkan kotoran sebelum pukul 17.00. pekerjaan pembersihan ini dilakukan oleh personil departemen house keeping. Koridor 6
JOBSHEET PRAKTIKUM RODA DAN BAN Alat dan bahan - Alat ………………………….. ………………………….. ………………………….. ………………………….. ………………………….. ………………………….. - Bahan …………………… .. …... ……………………… .. … ……………………… .. … ………………………….. 1. Prosedur pembongkaran ban a. Kendorkan baut roda pada ban dengan menggunakan kunci roda b. Dongkraklah kendaraan kemudian ditahan oleh jackstand untuk menahan kendaraan agar lebih aman c. Buka roda roda dan ban dengan membuka semua mur roda sehingga terlepas dari baut pada poros d. Buka tromol ban dengan cara menggunakan baut 12 masukan ke lubang yang ada pada tromol sehingga tromol dapat terlepas dari poros roda e. Kempeskan ban dengan membuka air valve dengan menggunakan kunci pentil sehingga udara didalam ban habis f. Lepaskan ban dalam dengan menggunakan alat sehingga ban dalam dapat dikeluarkan dari roda dan ban 2. Prosedur pemeriksaan ban 1. Prosedur pemeriksaan ban luar. - Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. - Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. - Secara visual, periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya ply-cord putus retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan bead, lapisan ban terpisah separation, dan kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless. - Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal karena umur pemakaian, dan keausan yang tidak normal, yakni aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam, aus berbulu, aus tidak rata spot wear , dan toe-and-heel . 2. Prosedur pemeriksaan ban dalam. - Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. - Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial - Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. - Periksa kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet, karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak karatan/bocor menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. - Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. 3. Prosedur Pemasangan Ban a. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. b. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain Tire gauge alat ukur tekanan ban, Chuck udara untuk ban, udara bertekanan, kunci roda dan jack stand. c. Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. d. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. e. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini, Torsi 600 kgf-cm 59 43 - Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika ada yang kendor. o Jika ada yang longgar, kencangkan sampai putaran yang ditentukan. o Putaran untuk mengencangkan -
Periksaroda dan ban. Gunakan alat pengukur tekanan untuk memastikan tekanan ban yang tepat. Lengkapi laporan pemeriksaan. Perbaiki kerusakan. Ganti barang-barang yang hilang. Lakukan prosedur pemeriksaan ambulans seperti saat persiapan pemakaian Ambulans. Selalu Cuci bagian Luar dan Dalam Mobil Ambulans, Keringkan, semprotkan pewangi 1. Konstruksi dasar ban bias dan ban radial. a. Ban Bias. Lapisan benang/ serat arah miring membentuk sudut 30o – 40o terhadap garis tengah ban. b. Ban Radial. Lapisan serat pada ban ini tegak lurus dengan garis tengah ban, ditambah lapisan sabuk/ belt rigid breaker searah lingkar ban yang terbuat dari benang tekstil kuat atau kawat yang dibalut karet untuk membuat tread lebih rigid. 2. Prosedur pembongkaran dan penggantian ban dalam dan luar untuk ban dengan ban dalam. Prosedur Pembongkaran Ban dari Pelek Ban Biasa a. Pasang ban yang telah kempes pada sisi samping mesin. b. Posisikan bilah penekan 3 dengan menggeser handle 4 pada sisi samping ban berjarak 5 mm dari rim. c. Selama proses pengepresan, tangan tidak berada di posisi samping ban karena berbahaya. d. Tekan pedal 2, maka bilah nekan 3 akan menekan sidewall dengan tekanan yang cukup kuat sampai kedua bead lepas dari rim. e. Tempatkan roda di atas mesin, tekan pedal 3 sampai posisi pelek terjepit dengan kuat. f. Posisikan pengait pelepas ban 2, 2 mm di atas rim. g. Gunakan sendok ban 1 untuk mencongkel sisi samping ban dan menepatkan dengan pengait sampai pengait 2 masuk ke dalam bead. RADI AL CORD BELT BI AS CORD BREAKER h. Tekan pedal pemutar 3, maka mesin akan memutarkan ban berlawanan arah jarum jam anticlock wise, maka bead akan terlepas dari rim. i. Keluarkan ban dalam dari pelek dengan menarik secara perlahan. j . Untuk melepas bead sisi bawah, tempatkan pengait pada rim sisi bawah. k. Tekan pedal 3, maka mesin akan berputar berlawanan arah jarum jam dan ban akan terlepas dari peleknya. Prosedur Pemasangan Ban pada Pelek a. Tempatkan pelek di atas mesin. b. Tempatkan ban di atas pelek, masukkan bead ke salah satu sisi samping pelek. c. Tempatkan tuas pemasang pada bead sisi bawah dan tekan pedal pemutar, maka mesin akan berputar searah jarum jam, maka bead bawah akan terpasang pada pelek. d. Masukkan ban dalam dan tepatkan pentil pada lubangnya sampai posisi tegak lurus terhadap pelek. e. Pasang tuas pengait pemasang, setel posisi tuas 2 mm di sisi atas rim. f. Tekan pedal pemutar panah kanan, maka mesin akan berputar searah jarum jam, secara perlahan ban akan terpasang pada pelek. g. Posisikan ban luar terhadap pelek dengan cara menekan sisi bead, maka ban akan tertata rapi pada peleknya. h. Pasang katup pentil ban dengan menggunakan kunci pentil. i. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban. 1 Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. 2 Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. 3 Secara visual, per iksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya ply-cord putus retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan bead, lapisan ban terpisah separation, dan kebocoran/ perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless. 4 Secara visual, periksa perubahan bentuk/ keausan pada pola ban. Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal karena umur pemakaian, dan keausan yang tidak normal, yakni aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/ dalam, aus menyamping/ berbulu, aus tidak rata spot wear, dan toe-and-heel. b. Prosedur pemeriksaan ban dalam 1 Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel, bila perlu cuci dengan air bersih. 2 Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial juga. 3 Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. 4 Periksa kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik macet, karatan, bocor tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak karatan/ bocor menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. 5 Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. c. Prosedur perbaikan kerusakan pada ban dengan ban dalam. 1 Lepaskan ban dalam terhadap roda sesuai prosedur pembongkaran. 2 Pasang pentil pada ban dan ban dalam diberi tekanan angin ± 3 kg/ cm2. 3 Untuk mengecek adanya kebocoran, masukkan ban dalam ke dalam bak air. Gelembung udara yang keluar menunjukkan adanya kebocoran. 4 Tandai posisi adanya kebocoran pada ban dalam tersebut. 5 Pasang alat pemanas pada jala-jala listrik. 6 Keringkan ban dalam dengan kain lap. 7 Siapkan parut penggosok untuk menggosok pada bagian ban dalam yang bocor sampai permukaannya menjadi kasar. 8 Potong bahan penambal ban dalam kompound dengan ukuran 2x2 cm. 9 Berikan lem pada bagian yang akan ditambal dari ban dalam yang bocor dan pada salah satu sisi permukaan guntingan kompound. 10Tempelkan guntingan kompound yang sudah diberi lem pada bagian ban yang bocor. 11Pasangkan kertas timah di atas guntingan kompound. 12Tempatkan ban dalam pada alat pres ban dengan posisi kompound menempel secara terbalik pada alat pres ban. 13Putar ulir pres ban sampai kompound terhadap ban dalam menempel dengan kuat. 14Hidupkan tombol ON alat pres, maka filament/ elemen pemanas akan memanaskan tambalan ban. 15Tunggu selama 10 menit, maka kompound akan menyatu dengan ban dalam secara kuat. 16Matikan peralatan tambal ban dengan menekan tombol OFF. 17Teteskan air di sekitar tambalan ban sedikit demi sedikit agar bagian tambalan dapat terlepas dari pres ban. 18Pasang kembali pentil dan berikan tekanan ± 3 kg/ cm2. 19Cek hasil penambalan ban dengan cara memasukkan ban ke dalam bak air, dan apabila tidak terdapat gelembung udara, berarti proses penambalan berhasil. 20Pasang kembali ban dalam terhadap rodanya dan lakukan pemompaan sesuai dengan tekanan yang telah ditentukan. d. Prosedur perbaikan pada ban tubeless yang mengalami kebocoran karena tertusuk serpihan kaca. 1 Lepaskan roda dari kendaraan, dengan mengendurkan baut-baut roda. 2 Bersihkan seluruh permukaan ban dengan menyemprot dengan air. 3 Periksa secara visual apakah ada benda asing/ paku yang menancap pada ban. 4 Apabila ban tertusuk paku, lepaskan paku dari ban dengan cara mencabut dengan tang. 5 Siapkan peralatan tambal ban tubeless berupa suntikan dan penusuk. 6 Tempatkan tabung kompound compound tube pada peralatan suntikan. 7 Tusukkan ujung suntikan pada bagian ban yang berlubang. 8 Tekan tabung kompound agar mengisi bagian ban yang 9 Tarik suntikan kompound dari ban. 10Tunggu sampai kompound mengering dan menyatu terhadap carcass pada ban luar. 11Rapikan bekas tambalan dengan pisau tajam untuk meratakan hasil tambalan. 12Pompa ban dengan kompresor sesuai dengan tekanan spesifikasi ban. 13Cek terhadap kebocoran dengan cara memasukkan roda ke dalam bak air. Bila tidak ada gelembung udara yang muncul, berarti proses penambalan berhasil. 14Pasang kembali roda pada kendaraan. Catatan Sewaktu memasang roda, perhatikan arah putaran roda jangan sampai terbalik dengan cara melihat arah tanda panah pada ban. 1 Jelaskan penyebab jenis-jenis kerusakan pada ban berikut. ini ! a) Separation. b) C.B.U. c) Aus berbulu. d) Toe-and-heel. e. Tes Formatif 2. 1) Jelaskan jenis-jenis kerusakan pada ban biasa dan ban. tubeless, dan jelaskan dengan gambar (sketsa) ! 2) Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan ban luar! 3) Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan 1. Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai dengan pelek yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan. Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas. Penting juga memeriksa run out pelek roda, yaitu seperti gambar dibawah ini. Gambar 24. Memeriksa Run Out Pelek 2. Pemeriksaan keausan ban. Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. Gambar 25. Pemeriksaan Keausan Ban New Tread Worn Tread TREAD WEAR INCICATOR Location marks 3. Tekanan angin. Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan pada ban dan memperpendek umur ban, diantaranya keausan tread tidak rata, lepasnya ikatan ply-cord dari karet ban, dan keretakan pada daerah sidewall. Oleh karena itu penting juga dilakukan memeriksa keolengan roda, seperti gambar dibawah ini. keolengan roda 1,0 mm Gambar 26. Pemeriksaan run-out ban 4. Kerusakan luar. Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual. Gambar 27. Pemeriksaan Kerusakan Luar Ban a. Rib Tear Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Tear Rib disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna, sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul, maka terjadi kerusakan. Gantilah ban Anda b. Separation Pada bagian luar ban terjadi benjolan bagian yang menggelembung terutama pada shoulder, atau pada sidewall. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat, tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi. c. Terputusnya ply-cord pada sidewall, kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang, sehingga terjadi defleksi pergerakan-pergerakan yang besar pada sidewall. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus. Macam dan Golongan Kerusakan Ban Luar Tabel 2. macam dan Golongan Kerusakan Ban Luar Macam dan Kondisi kerusakan Penggolongan Ply-cord putus Berbahaya Mencapai benang / kanvas Berbahaya Retak alur Belum mencapai benang Hati-hati Mencapai benang / kanvas Berbahaya Rusak luar telapak Belum mencapai benang Hati-hati Mencapai benang / kanvas Berbahaya Retak dinding samping Belum mencapai benang Hati-hati Kerusakan bead Bead broken Berbahaya Lapisan ban terpisah separation Berbahaya Kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna 5. Keausan ban. Digolongkan menjadi dua, yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar. Tread yang aus secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena umur pemakaian ban. Apabila tanda indikator keausan pada tread sudah terlihat, ban perlu diganti baru. Berikut ini merupakan keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban. a. Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah Penyebab utama keausan ban yang terpusat pada shoulder atau di tengah adalah kesalahan tekanan ban. Kalau tekanan ban terlalu rendah, maka bagian tengah akan cekung, dan beban akan tertumpu pada shoulder sehingga akan aus lebih cepat daripada bagian tengah. Beban yang berlebihan juga akan berakibat sama. Kalau tekanan ban terlalu tinggi, bagian tengah ban menjadi cembung, dan sebagian besar beban akan tertumpu di tengah sehingga keausannya lebih cepat daripada bagian shoulder. Gambar 28. Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulder b. Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar 1 Keausan karena menikung, seperti terlihat di bawah adalah yang disebabkan karena berbelok dengan kecepatan yang berlebihan. Ban tergelincir dan mengakibatkan jenis keausan diagonal. Ini adalah masalah yang paling sering terjadi. Satu-satunya cara Keausan pencegahannya adalah pengemudi harus memperlambat kendaraan pada saat membelok. 2 Deformasi atau kelonggaran yang berlebihan pada bagian suspensi akan mempengaruhi front wheel alignment, dan mengakibatkan keausan ban tidak normal. 3 Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain, penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat. Karena besarnya bidang singgung ban dengan jalan tergantung pada besarnya beban, ban dengan camber positip, diameter sebelah luarnya lebih kecil daripada sebelah dalam. Akibatnya, tread bagian luar akan slip pada jalan untuk mengejar jarak tempuh yang sama untuk tread bagian dalam. Kejadian slip ini mengakibatkan keausan yang berlebihan di sebelah luar tread. Untuk ban dengan camber negatip, keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat. Gambar 29. Aus Sebelah Dalam dan Luar c. Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out Aus Berbulu Penyebab utama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan toe-in yang tidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa roda slip keluar dan menggesek bidang singgung tread bagian dalam pada permukaan jalan, ini menyebabkan terjadinya keausan toe-in. permukaan tread akan membentuk susunan seperti bulu seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Ini dapat diketahui dengan jalan mengusapkan tangan pada tread dari bagian dalam ke bagian luar ban. Gambar 30. Keausan Ban Akibat Toe – in Dalam hal lain, toe-out yang berlebihan akan menarik ban ke dalam dan menggesek bidang singgung tread bagian luar pada permukaan jalan. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya seperti gambar di bawah. Gambar 31. Keausan Ban Akibat Toe – out d. Keausan Toe-and-Heel Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. Ban dengan tread berpola rib keausannya membentuk pola seperti gelombang. PENTING ! Kalau kedua ban menunjukkan keausan seperti ini, berarti penyetelan front end tidak tepat. Kalau hanya sebelah ban yang mengalami keausan seperti itu, kemungkinan penyebabnya adalah steering knuckle arm bengkok. Ini mengakibatkan in atau toe-out sebelah ban lebih besar dari lainnya. Keausan Keausan Karena ban yang bukan penggerak roda tidak memperoleh gaya penggerak, tetapi hanya gaya pengereman, keausannya cenderung membentuk pola toe-and-heel. Keausan seperti ini juga akan terjadi jika rem secara berulang-ulang diinjak dan dilepaskan, yang mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali. Gambar 32. Keausan Toe – and – Heel e. Keausan Spot/Spot Wear Cupping Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur, seperti diterangkan di bawah. Kalau bearing roda, ball joint, tie rod end, dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan, atau kalau spindle bengkok, ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur, dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. Gambar 33. Keausan Spot DaftarKerusakan Mobil Yang sering Terjadi. Berikut ini adalah daftar beberapa kerusakan yang sering terjadi di mobil. silahkan klik pada kategori topik untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana melakukan analisa dan perbaikan kerusakan-kerusakan tersebut. 1. METODE MEMBONGKAR, MEMPERBAIKI, MEMASANG BAN DALAM DAN BAN LUAR BESERTA PENGISIAN ANGIN/GASNYA ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 01 Membongkar, memasang, dan mengganti ban dalam dan ban luar Pembongkaran dan penggantian ban dalam dan ban luar dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Data yang tepat dilengkapi sesuai dengan hasil pembongkaran dan Pengetahuan tentang keandalan perusahaan dalam hal perbaikan ban. Seluruh kegiatan pembongkaran, pemasangan dan penggantian dilakukan berdasarkan SOP Standard Operation Procedures, peraturan K3L Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, dan prosedur/kebijakan perusahaan. 02 Memeriksa ban dalam dan ban luar untuk menentukan perbaikan Pemeriksaan ban dalam dan ban luar dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan pada kelengkapan tempat kerja atau Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Data yang tepat dilengkapi sesuai dengan hasil pemeriksaan ban dalam dan ban Penilaian ban yang tepat terhadap keseluruhan atau bagian kecil untuk menentukan Pengetahuan tentang keandalan perusahaan dalam hal perbaikan Seluruh kegiatan pemeriksaan dilakukan berdasarkan SOP Standard Operation Procedures, peraturan K3L Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, dan prosedur/kebijakan perusahaan. 03 Memperbaiki ban dalam dan ban luar Perbaikan ban dalam dan ban luar dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. Perbaikan atau penggantian ban dalam dan ban luar dilakukan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang telah disetujui, berdasarkan spesifikasi industri dan Data yang tepat dilengkapi sesuai dengan hasil Seluruh kegiatan perbaikan dilakukan berdasarkan SOP Standard Operation Procedures, peraturan K3L Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan, dan prosedur/kebijakan perusahaan. 1. Pengetahuan dasar Tipe ban dalam atau ban luar dan konstruksinya. Prosedur pemeriksaan untuk menentukan kemampuan perbaikan keseluruhan, sebagian atau tidak dapat diperbaiki. Prosedur pembongkaran dan penggantian. Prosedur perbaikan ban dalam dan Prosedur penanganan secara manual. Keandalan perusahaan terhadap perbaikan ban. Persyaratan keamanan Persyaratan keselamatan diri. Peraturan kelaikan jalan berhubungan pada ban dan Peraturan pemerintah yang Informasi teknik yang Kebijakan Penilaian praktek Mengakses, memahami, dan menerapkan informasi Menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan aman. Menggunakan prosedur penanganan secara manual. Menggunakan prosedur keselamatan diri. Membongkar dan mengganti ban dalam dan /atau ban Menilai kemampuan perbaikan ban dalam dan ban Memperbaiki ban dalam atau luar. 1. PELEKPelek dibentuk sedemikian rupa dengan kuat agar dapat mengatasi keolengan dan kebengkokan. Disamping itu mempunyai bentuk yang memungkinkan ban luar dan ban dalam dapat dipasangkan secara pelek terhadap keolengan dengan meletakkan roda pada gantungan roda untuk penyetelan jari-jari. Putar roda pelan-pelan, dan bacalah keolengan menggunakan alat dial indicator. Gambar Pemeriksaan dengan Dial Indicator2. BAN LUARJalur-jalur pada permukaan ban depan mempunyai bentuk yang berlainan dengan jalur-jalur pada permukaan ban Ban depan Jalur-jalurnya relatif sempit dengan corak yang sesuai dan tepat untuk melayani pengendalian sepeda motor secara aman. Corak serupa m disebut “Rib patfern”/”corak rusuk”.b. Ban belakang Karena roda belakang sebagai penyalur tenaga yang dihasilkan oleh mesin, maka untuk meng-efisiensi-kan tenaga semaksimal mungkin dibentuklah corak dan jalur-jalurnya yang ketat terhadap permukaan jalanan. Corak serupa ini disebut “Blok pattern”/”corak berbungkal” corak “renggut”.Periksa ban dari keretakan dan kerusakan pada bagian telapak dan dinding paku atau benda-benda lain yang dapat menempel pada telapak ban yang akan mempengaruhi fungsi telapak ban dapat diukur dengan mengunakan alat ukur DEPTH Gantilah ban apabila keausan sudah mencapai batas Gantilah ban apabila tanda keausan “A” Sudah dicapai oleh kondisi keausan ban. Untuk ban yang menggunakan tanda keausan “A”.Periksa ban depan dan belakang terhadap kemiringan dan kedalaman kembang ban pada bagian tengah dengan ban baru apabila kedalaman kembang ban mencapai batas sebagai berikutKEDALAMAN MINIMUM KEMBANGAN BAN 1 BAN DALAMDi dalam ban dibutuhkan sejumlah udara yang dapat membantu menyerap getaran dan jalanan. Sebagal wadah dan udara itu dipasangkan ban bagian dalam, lengkap dengan klep dengan klep pemasukan udara pentil.Terdapat dua jenis ban dalam sepeda motor itu, yaitu 1. NR Natural Rubber 2. ButylButyl bahannya dari senyawa polimer. Bahan ini punya kelebihan dalam penyimpanan angin. Butyl kehilangan 4% tekanan angin selama 12 hari pemakaian, sedangkan NR lebih dari 14%. Kalau untuk pemakaian 28 hari, butyl kehilangan cuma 9%, sedangkan NR 28%.Ban dalam butyl bahannya lebih ringan 20% dibandingkan NR. Jadi kerja motor lebih ringan, tarikan lebih enteng, bensin lebih irit. Penerimaan tekanan angin butyl lebih merata dibandingakn NR. Hal ini disebabkan bahan dasar natural ruber ngggak bisa berubah/kaku. Jadi kalau ada bagian ban NR yang lebih tipis permukaannya, maka angin yang tersebar tidak merata, kalau butyl tetap merata. Kalau lagi apes bagian yang nggak merata ini kena paku, bisa-bisa langsung meledak, bahaya kan ? Kalau butyl nggak bakalan meledak, anginnya keluar pelan-pelan, soalnya merata pembagian tekanan anginnya. Cara memilih ban dalam butyl lihat garis pada sisi ban, standard internasionalnya ban butyl bergaris biru, kalau selain warna biru berarti NR. Gampang kan ?Makanya kalau mau ganti ban, jangan salah pilih, sekarang ini banyak ban murah yang kualitasnya nggak jelas, terkadang kita terpaksa beli karena di bengkel tersebut cuma ada ban jenis itu, daripada kita harus dorong jauh nyari lagi tukang tambal ban. Kalau bisa sediakan aja ban dalam di bagasi, nggak makan tempat kok. Sediakan ban dalam belakang aja, biasanya roda/ban belakang lebih sering kena paku. Lebih bagus lagi sih sediakan dua-duanya. Atau biar gampang samain aja ukuran ban depan dan piranti yang memegang peranan vital pada sepeda motor. So merawat si bundar ini sudah pasti menjadi ritual wajib bagi pengendara sepedamotor, selain sebagai penghematan, merawat ban dengan benar juga turut menjaga keselamatan pengendara maupun penumpangnya. Tekanan udara ban yang tak tepat sangat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor. Jangan pernah memakai ban lain kecuali yang ditetapkan oleh pabrikan sepeda motor karena fungsi ban yang sangat vital bagi sepeda motor GANGGUAN PADA BANBan bocorPeriksalah apakah pentil ban mengalami kebocoran. Untuk memeriksanya lepaskanlah tutup pentil dan taruhlah air sabun di atas lubang pentil. Bila air sabun membentuk gelembung udara, bisa dipastikan pentil tersebut bocor. Bila bocor keraskanlah pentil tersebut dengan memakai alat pengencang pentil yang ada di tutup pentil. Tetapi bila masih bocor, pentil tersebut rusak dan harus diganti dengan yang baru. Periksalah apakah ban terkena paku atau benda-benda tajam lainnya. Ban aus secara abnormal Periksalah apakah tekanan ban sudah benar. Jika telapak atau tread ban telah aus, ban mudah tertusuk dan rusak. Tekanan ban harus disetel supaya sesuai beban pada sepeda motor. Jangan sampai sepeda motor dibebani berlebihan karena dapat menyebabkan ban cepat rusak. Ban berputar tak teratur Periksalah apakah ban berputar sudah seimbang dan periksa apakah jari-jari telah dikencangkan secara benar? Tak ada salahnya juga anda mencermati dan memperhatikan hal berikut Perhatikan kapasitas muatan sepedamotor Anda meskipun kecepatan sepedamotor juga ambil peranan penting dalam hal ini. Sesuaikan ban dengan kondisi jalan yang dilewati. Tekanan Periksa secara rutin tekanan angin baiknya setiap hari pada saat udara dingin. Samakan tekanan angin antara yang depan dan belakang. Sebab laju sepedamotor yang tidak seimbang berbahaya sekali buat mengendarai dan pengereman. Jarak tempuh Periksa jarak tempuh dan sisi luar ban, untuk menjaga keselamatan. Setiap km keseimbangan dan kelurusan ban harus dicek. Apalagi bila sering digunakan dengan kecepatan tinggi. Lakukan rotasi diantara kedua ban. Sebaiknya gunakan ban dengan diameter yang ditentukan dari standar sepedamotor Anda. Selain jarak tempuh, suhu dan cuaca juga mempengaruhi keawetan ban juga. Kondisi jalan yang panas pada musim kemarau menyebabkan usia ban bertambah lebih pendek dibandingkan musim hujan. Selain itu cara mengemudi dari pengendara juga bisa mempengaruhi keawetan ban tersebut. Cara memulai jalan yang mendadak dan pengereman mendadak, berpengaruh besar dengan keawetan ban. Demi keselamatan, kenyamanan dan keawetan usia ban cobalah selalu menjalankan sepedamotor Anda dengan baik dan benar. GAS APA YANG TERKANDUNG DALAM PENGISIAN BAN?Ban yang di isi angin bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21 % gas oksigen dan 78% gas nitrogen. Dimana campuran gas tersebut di dapatkan dari udara sekitar Pompa gas/ angin tersebut, atau gas yang kita hirup gas Oksigen lebih kecil dibanding gas nitrogen, sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar Daripada gas Nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/ valve pada pentil ventil .Dan untuk Gas Nitrogen saat ini diklaim memiliki tekanan stabilterhadap perubahan suhu kerja Ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang sering dipacu kencang Ngebut maupun untuk mengangkut beban berat.

2 KESEIMBANGAN BAN DAN RODA. Keseimbangan diukur dengan memakai dial indicator pada perputaran atau roda secara perlahan lahan , sebelum mengukur keolengan sebaiknya lakukan hal berikut : (a) Pasang kembali ban atau roda jika rusak sebagaimana kerusakan sebelumnya atau roda ditemukan bengkok! (b) Kencangkan mur mur roda pada kendaraan

Prosedurpemeriksaan corona telah ditentukan alur-alurnya oleh pemerintah. Cara ini harus diikuti dan dipatuhi sesuai dengan kriteria individu yang melakukannya.
Yx5V9.
  • q9s731ypcb.pages.dev/49
  • q9s731ypcb.pages.dev/333
  • q9s731ypcb.pages.dev/206
  • q9s731ypcb.pages.dev/350
  • q9s731ypcb.pages.dev/388
  • q9s731ypcb.pages.dev/458
  • q9s731ypcb.pages.dev/141
  • q9s731ypcb.pages.dev/471
  • prosedur pemeriksaan kerusakan ban luar